Contact WA

62815-1521-9804

5 Ide Bisnis Online Modal Minim, Segini Kebutuhan Modalnya!

5 Ide Bisnis Online Modal Minim, Segini Kebutuhan Modalnya!

 

Ingin berbisnis, tapi bingung bisnis apa yang akan dijalankan? Hal ini sering kali menjadi permasalahan klasik yang dihadapi oleh calon pelaku bisnis. Selain itu anggapan bahwa bisnis membutuhkan banyak modal juga menghantui, sehingga keinginan untuk menjalankan bisnis menjadi sirna.

Sebenarnya ada banyak ide bisnis online yang bisa dijalankan dengan modal minim. Jadi, Sahabat Wirausaha tidak perlu khawatir dan bingung. Prinsipnya, kenali target pasarnya sehingga Sahabat Wirausaha bisa membidik dan memasarkan produk dengan tepat. Memang, apa saja ide bisnis online dengan modal minim? Daripada penasaran, yuk simak pembahasannya dalam artikel Tips Bisnis kali ini.

Baca Juga: Pemuda Kota Malang Ini Latih Ribuan UKM Sejak 2015

  1. Bisnis Pakaian

Pakaian merupakan salah satu dari kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Tak heran jika bisnis pakaian seolah tidak ada matinya, karena permintaan selalu tinggi mengikuti perkembangan tren fesyen yang ada.

Generasi muda yang senang tampil dengan berbagai gaya untuk tampak stylish dan keren merupakan target pasar potensial yang bisa dibidik oleh bisnis ini. Kebutuhan dan keinginan untuk selalu tampil modis di setiap kesempatan, menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan.

Sahabat Wirausaha dapat memulai bisnis pakaian ini dengan modal yang minim, berkisar antara 3 hingga 5 juta rupiah. Produk pakaian murah dengan kualitas yang baik saat ini banyak ditemukan. Sahabat Wirausaha hanya perlu mencari distributor jenis pakaian yang diinginkan, apakah baju wanita, busana muslim, atau kaos.

Sebagai contoh baju wanita kekinian impor dari Korea Selatan atau Thailand cenderung lebih digemari kalangan muda, karena desainnya lebih beragam, unik, dan menarik. Produk baju tersebut umumnya dijual mulai dari harga 70 ribu rupiah hingga 200 ribu rupiah.

Meski dijalankan dengan modal minim, namun bisnis pakaian ini bisa meraup keuntungan yang menggiurkan. Besar keuntungan tentu tergantung dari banyaknya produk yang berhasil dijual. Katakanlah Sahabat Wirausaha menjual baju wanita sebanyak 100 potong dengan harga dasar 50 ribu rupiah dan harga jual 70 ribu rupiah, maka keuntungan yang dapat diperoleh sebagai berikut.

Penjualan = 100 x 70.000 = 7.000.000

Modal = 100 x 50.000 = 5.000.000

Keuntungan = Penjualan – Modal

= 7.000.000 – 5.000.000

= 2.000.000

Dengan asumsi modal 5 juta rupiah untuk 100 potong pakaian, Sahabat Wirausaha bisa memperoleh keuntungan sebesar 2 juta rupiah atau sebesar 40%. Nah, untuk menekan besaran modal, Sahabat Wirausaha bisa menerapkan sistem PO (Pre-Order), sehingga pengadaan produk dilakukan setelah ada pembayaran dari konsumen.

  1. Bisnis Hampers
    Dilansir dari Koran Jakarta, permintaan pengiriman hampers pada jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 mengalami peningkatan hingga 30%. Hal ini menunjukkan bahwa hampers semakin diminati oleh masyarakat. Artinya, bisnis hampers memiliki peluang yang cukup besar setiap tahunnya.

Permintaan terhadap hampers tak hanya datang dari perusahaan, profesional, tetapi juga individu. Tak sedikit perusahaan yang mengirimkan hampers untuk para karyawannya. Profesional untuk klien atau koleganya. Bahkan individu untuk keluarga atau pun sahabatnya. Pengiriman hampers pun saat ini tidak hanya untuk perayaan hari raya saja, tetapi hari-hari spesial seperti ulang tahun, pernikahan, valentine, wisuda atau kelulusan, kelahiran anak, dan lain sebagainya.

Bisnis hampers memiliki keunikan dibandingkan bisnis lain. Sebab, bisnis ini tidak hanya sekadar menjual barang saja, tetapi juga menjual kreativitas dan estetika. Karenanya, harga hampers bisa lebih mahal daripada nilai barang yang menjadi isian hampers itu sendiri. Semakin beragam dan berkualitas barang, harga hampers akan semakin mahal.

Untuk membuat satu paket hampers berisi 7 jenis makanan ringan, setidaknya Sahabat Wirausaha membutuhkan modal sekitar 200 ribu rupiah. Paket hampers yang telah dikemas dengan menarik dapat dijual dengan harga 350 ribu hingga 450 ribu rupiah. Nilai jual hampers bukan lagi pada isinya, melainkan estetikanya. Jika Sahabat Wirausaha berhasil menjual 10 paket hampers saja, maka keuntungan yang diperoleh sebagai berikut.

Penjualan = 10 x 450.000 = 4.500.000

Modal = 10 x 200.000 = 2.000.000

Keuntungan = Penjualan – Modal

= 4.500.000 – 2.000.000

= 2.500.000

Dengan modal 2 juta rupiah untuk 10 paket hampers, Sahabat Wirausaha bisa meraup keuntungan sebesar 2,5 juta rupiah atau lebih dari 100% dari modal yang digunakan. Lumayan bukan? Prinsipnya dalam berbisnis hampers, penting bagi Sahabat Wirausaha untuk memperhatikan kualitas barang dan kreativitas serta estetika kemasan, sehingga paket hampers yang dijual benar-benar mampu memuaskan konsumen.

  1. Bisnis Frozen Food
    Bisnis frozen food semakin booming dan berkembang. Tak heran jika persaingan di bisnis ini semakin ketat. Meski demikian, Sahabat Wirausaha tidak perlu khawatir untuk terjun dan memulai bisnis ini, karena peminatnya banyak sehingga peluangnya pun besar.

Memulai bisnis frozen food bisa dari skala rumahan terlebih dahulu. Sahabat Wirausaha bisa memanfaatkan ruangan di rumah untuk berjualan frozen food, karena bisnis ini tidak membutuhkan ruangan yang begitu luas untuk level rumahan. Bisnis ini hanya membutuhkan peralatan berupa mesin pendingin (freezer) untuk menyimpan produk-produk frozen food yang akan dijual.

Sebagai permulaan, Sahabat Wirausaha bisa mencoba menjual beberapa jenis produk frozen food yang banyak digemari konsumen. Misalnya chicken nugget, kentang goreng, sosis, bakso seafood, dan dimsum. Untuk stok produk, Sahabat Wirausaha tidak perlu langsung mengambil banyak dari pemasok, mungkin bisa disesuaikan dengan modalnya.

Bicara tentang modal, menurut Dailysocial untuk memulai bisnis ini setidaknya dibutuhkan modal sekitar 4,5 juta rupiah. Modal tersebut untuk pengadaan mesin pendingin, banner, dan stok produk rata-rata 20 kemasan per jenis produk berupa chicken nugget, sosis, kentang goreng, dan bakso seafood. Jika Sahabat Wirausaha menjual chicken nugget seharga 65 ribu rupiah, sosis 45 ribu rupiah, kentang goreng 40 ribu rupiah, dan bakso seafood 35 ribu rupiah, maka besar keuntungan yang dapat diperoleh sebagai berikut:

Penjualan chicken nugget = 20 x 65.000 = 1.300.000

Penjualan sosis = 20 x 45.000 = 900.000

Penjualan kentang goreng = 20 x 40.000 = 800.000

Penjualan bakso seafood = 20 x 35.000 =700.000

Total penjualan = 3.700.000

Dari asumsi di atas, Sahabat Wirausaha baru akan balik modal dan mendapatkan keuntungan pada dua bulan pertama bisnis beroperasi. Keuntungan akan mengalami peningkatan seiring dengan semakin banyaknya produk yang berhasil dijual.

  1. Bisnis Camilan
    Siapa bilang bisnis camilan tidak bisa menghasilkan keuntungan yang besar? Diakui atau tidak banyak yang menganggap remeh bisnis camilan, karena untungnya kecil sehingga tidak menjanjikan di masa depan. Jangan salah, justru bisnis camilan merupakan peluang bisnis rumahan yang potensial. Hal ini didukung oleh budaya masyarakat Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari camilan di setiap aktivitasnya.

Salah satu dari banyak bisnis camilan yang bisa dijalankan adalah bisnis keripik singkong. Selain harganya murah, bahan bakunya pun mudah diperoleh. Tak hanya itu, keripik singkong dapat diolah dengan berbagai rasa, mulai dari asin, gurih, manis, hingga pedas. Aneka rasa keripik singkong ini tentunya akan dapat menjangkau pasar potensial secara lebih luas, karena dapat disesuaikan dengan selera masing-masing konsumen.

Sebagai camilan yang melegenda, proses pengolahan keripik singkong pada dasarnya tidaklah sulit, tergantung rasa yang diinginkan. Untuk rasa asin, hanya dibutuhkan air garam dan bawang putih saja. Sebab itu, bisnis camilan keripik singkong ini dapat dijalankan dengan modal yang minim, bahkan kurang dari 100 ribu rupiah.

Contoh, 10 kg singkong dapat diolah menjadi 200 bungkus keripik singkong yang dapat dijual dengan harga 2.000 rupiah per bungkusnya. Jika Sahabat Wirausaha berhasil menjual seluruhnya, maka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 100% dari modal bahkan lebih. Bayangkan apabila Sahabat Wirausaha bisa memproduksi keripik singkong dalam kapasitas lebih besar mulai dari 250 gr, 500 gr, hingga 1 kg dan dikemas secara menarik, tentu harga jualnya akan lebih tinggi. Alhasil, potensi keuntungan yang dapat diperoleh pun akan semakin besar.

  1. Bisnis Catering Makanan Sehat
    Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, semakin banyak orang yang ingin mengonsumsi makanan sehat. Sayangnya, kesadaran tersebut belum sepenuhnya didukung oleh kemauan untuk membuat dan mengolah menu makanan sehat sendiri. Nah, hal ini tentunya menjadi peluang bagi Sahabat Wirausaha yang memiliki keterampilan di bidang kuliner dan gizi untuk membuka bisnis catering makanan sehat.

Sahabat Wirausaha bisa menawarkan produk makanan sehat ke area perkantoran, pusat kebugaran, bahkan secara online baik untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun individu. Mereka dapat menjadi pasar potensial mengingat keterbatasan waktu untuk menyiapkan dan mengolah makanan sehat sendiri.

Prinsipnya dalam menjalankan bisnis catering makanan sehat, bahan baku yang digunakan harus segar dan berkualitas. Tak selalu harus impor, memilih bahan baku lokal pun tidak menjadi masalah, asalkan kualitasnya bagus. Sebab, menggunakan bahan baku impor bisa menyebabkan pembengkakan modal.

Sahabat Wirausaha bisa mulai menjalankan bisnis catering makanan sehat dengan modal kurang lebih 4 juta rupiah, dengan komposisi untuk pembelian peralatan makan sebesar 1 juta rupiah, dan bahan baku organik sebesar 3 juta rupiah. Jika dari modal tersebut, Sahabat Wirausaha bisa menyajikan 100 boks dengan harga jual 50 ribu rupiah per boks, maka keuntungan yang dapat diperoleh adalah sebesar 1 juta rupiah. Menggiurkan bukan?


Banyak ide bisnis online yang bisa dijalankan dengan modal minim, bahkan tanpa keahlian dan keterampilan khusus. Sebut saja bisnis pakaian, hampers, frozen food, camilan, dan catering makanan sehat. Apapun bisnis yang dijalankan, prinsipnya Sahabat Wirausaha harus mampu melihat peluang dan potensi pasar yang ada, sehingga bisa membidik target pasar dengan tepat. Jika bidikan Sahabat Wirausaha tepat sasaran, maka bisnis dengan modal minim dapat meraup keuntungan maksimal. Nah, bisnis online apa nih yang akan Sahabat Wirausaha pilih?

Jika merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk like, share, dan comment serta mengirimkannya kepada teman-teman terdekat Anda.

sumber:ukmindonesia.id

Add a Comment

Your email address will not be published.